JAGPILJI 3,350 Down 350   GUMROSINPPHT3 2,250 Down 305   JAGPILSN 3,250 Down 150   JAGPILJB 3,350 Down (150)   JAGPILSU 3,500 Down 50   KEDELAIAJB 9,000 Down 0  
iPasar - Mitra Kesejahteraan dan Kemakmuran Bangsa   | TRIBUNNEWS.COM : Pemerintahan Jokowi Targetkan Swasembada Padi Tahun 2015, Jagung 2016, dan Kedelai 2017 | Republika : Gorontalo ekspor jagung ke Filipina | Cahayareformasi : Jajaki Naikkan Harga Jagung, Presiden Jokowi Minta Petani Semangat Hadapi Kompetisi | BLOG : INFORMASI TRANSAKSI PT. iPASAR INDONESIA | IPSR : Sepanjang Tahun 2012 Nilai Transaksi Lelang Kayu di iPASAR Mencapai Rp. 26 Milyar | TMPO : Produksi Terbatas, Harga Kopi Dunia Justru Turun | KMPS : Pemasaran Rumput Laut Diperluas | IPSR : Lelang Produk Petani Lewat Internet di iPASAR | IPSR : Harga Acuan Jagung Diperlukan | KKPG : iPasar Berhasil Fasilitasi Transaksi Kakao

Berita

Harga Acuan Jagung Diperlukan
Dibuat pada: 2013-01-01

Fluktuasi harga jagung yang acap kali menimbulkan ketegangan antara petani dan industri pakan ternak perlu dicarikan solusi. Perusahaan perunggasan memandang perlunya harga acuan jagung yang bisa menjadi pegangan bersama.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia Anton J Supit, menyatakan, kalau ada kesepakatan di antara industri perunggasan, termasuk industri pakan ternak, pihaknya memandang perlu ada semacam harga acuan. Tingkat harga disepakati bersama, dengan semangat saling menguntungkan. Namun, perlu diingat bahwa tingkat harga yang disepakati nantinya mengacu pada rata-rata produktivitas jagung hibrida.

Mungkin disepakati produktivitas rata-rata jagung 6 ton per hektar. ?Kita tidak menginginkan perhitungan produktivitas tanaman jagung hibrida per hektar 9 ton, seperti yang sering diklaim, tetapi cukup 6 ton,? katanya. Dengan ada harga acuan, tidak akan ada lagi sikap saling menyalahkan. Anton menegaskan, tidak adil juga kalau penurunan produktivitas jagung per hektar dibebankan kepada konsumen, termasuk industri pakan. Bagaimanapun, industri pakan juga berbisnis. Kalau harga jagung mahal, peternak tidak untung.
Sudirman mengatakan, tahun lalu harga jagung menembus Rp 3.500 per kilogram. Menurut Anton, ini tidak bisa dijadikan harga patokan karena tahun lalu produksi jagung rendah, bahkan turun. ?Itu semacam bonus. Selayaknya bonus, tentu tidak bisa dinikmati setiap saat,? katanya. Saat ini, petani dan industri pakan menginginkan produksi jagung nasional naik. ?Dengan produksi yang naik, hal itu akan memberikan pendapatan lebih baik bagi petani sehingga daya beli mereka naik. Kalau daya beli naik, sebagian juga akan kembali ke industri unggas, termasuk industri pakan karena konsumsi naik,?



Kembali ke arsip berita